Archive for September, 2006

Tanpa Judul

21 September 2006

Adalah seorang tuan yang memiliki ladang dan kebun yang luas. Tiap tahun hasil dari ladang itu melimpah ruah dan menjadikannya kaya raya.

Tuan itu pun menjadi orang yang paling berkuasa, paling berpengaruh dan paling berharta di negeri itu. Ia memiliki banyak hamba dan pekerja. Setiap hamba dan pekerja diaturnya sedemikian rupa sehingga tiap orang mendapat kewajiban dan hak masing-masing. Ia membagi pekerjaan itu dengan adil dan penuh kasih, sehingga tiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya.

Tuan itu memiliki seorang anak. Anak tunggal dan sangat dikasihinya. Anak itulah baginya menjadi tumpuan dan harapan untuk mengelola seluruh harta berikut dengan kebun dan ladangnya. Ia mempersiapkan anak itu dengan baik dengan mengutusnya belajar ke negeri asing. Ia berharap anak itu terlebih dahulu menjadi bijak bestari sehingga menjadi ahli waris yang sempurna mengelola seluruh kekayaannya itu. Read the rest of this entry »

Pembantu Migran Mudik

15 September 2006

Pulang dari kantor (14/06) sekitar 7 malam, saya menyempatkan mampir ke warung makan baru, tak terlalu jauh dari indekos.

Hidangan yang tersisa cuma: sop kombinasi purnarupa sayuran dan daging. Sebuah perpaduan yang pas untuk tambahan hidangan nguik-panggang yang masih ada di kamar. Saya pun meminta supaya nasi dan sop ini dibungkus. Ehm..yummi… Read the rest of this entry »

SMS Hoax

11 September 2006

Kemarin (10/09) saya datang ke dua tempat resepsi perkawinan di dua tempa yang berbeda. Yang pertama acara resepsi kakak kelas di kampus bertempat di Manggala Bakti, Senayan dan yang kedua teman kerja-praktik yang resepsinya dilangsungkan di Makodam, disebelah kampus UKI.

Acaranya sama-sama pukul 11 s.d. 13 siang. Jadilah saya membagi waktu setepat mungkin biar bisa menyalami dan mengucapkan selamat buat kedua rekan yang sedang berbahagia ini.

Pulang ke kamar indekos langsung bikin minuman air-jeruk anget untuk mendoping vitamin C ke tubuh. Stamina bakal drop kalo waktu banyak dihabiskan di jalan.

Sambil menikmati aliran air jeruk ke kerongkongan, saya mencek handphone dan mendapati ada pesan yang belum terbaca. Ada kiriman pesan dari mantan teman sekantor bertuliskan: Read the rest of this entry »

Hidup Penuh Kegembiraan

6 September 2006

Seorang teman mengirimkan ke milis angkatan: foto tempoe-doeloe saat bersama-sama nongkrong di selasar tata usaha jurusan.

Angkatan 97 Teknik Elektro
Heran, nggak lulus kuliah Dasar Teknik Elektro (beberapa kali), tetap ceria :P

===

Update

Beberapa waktu yang lalu saya kembali ke kampus dan mereka-ulang kejadian yang sama dan hasilnya adalah berikut ini:

Kegembiraan Reka-Ulang

Sayang, keceriaannya nampak dibuat-buat (tak natural).

Peng-arti-an dan Tujuan Hidup

6 September 2006

*tulisan di saat banyak kerjaan*

Pulang dari Medan bukannya membawa banyak hikmat dan semangat malah yang ada rasa malas dan keengganan untuk bekerja. Nggak tau kenapa semangat jatuh ke lantai paling dasar dan susah untuk bangkit kembali.

Saat dulu, waktu SMP dan SMU, saya dua-tiga kali ikut retreat untuk mencari pola dan tujuan hidup. Sayang waktu itu saya tidak memahami apa yang dibicarakan, yang penting sih jalan-jalannya (sebab tempat retreat kalo nggak di Brastagi pasti di Parapat).

Sekarang, semakin umur bertambah beban yang ditaruh dipikulan juga semakin ditambah. Namun saya semakin tidak pernah lagi berkontemplasi merenungi apa arti dan tujuan hidup ini. Kesibukan membunuh pengertian. Rutinitas membenamkan kesadaran. Sesudahnya hidup (selama berapa tahun ini) hanyalah sekedar pola yang serupa: bangun tidur, mengerjakan pekerjaan rutin di kantor, pulang dan menonton tivi (kadang membaca) lalu tidur. Esok hari memulai pola yang sama. Lima hari berturut-turut melakukan aktivitas monoton ini. Akhir pekan -hari Sabtu: berkumpul bersama teman-teman sambil makan yang enak (membuat badan semakin tambun) atau menghadiri resepsi perkawinan teman, -hari Minggu: rutin ke gereja dan berharap ada semangat baru yang dititipkan Tuhan. Selalu begitu! Read the rest of this entry »