Archive for October, 2006

Ngapain Aja Liburan?

30 October 2006

Kali ini saya tak terlalu semangat untuk berlibur di cuti bersama fase akhir bulan Ramadan. Saya tidak dapat menikmati liburan dengan sepenuh hati sebab kerjaan di kantor masih menumpuk… puk… harus segera diselesaikan.

Ada dua purchase-order Neutral Grounding Resistor dari dua kontraktor listrik yang harus segera diverifikasi. Semua ini juga akibat kelalaian diri sendiri. Kesalahan memberikan beban dan posisi trafo arus pada NGR mengakibatkan mis-info dengan klien. Saya harus segera konfirmasi ke prinsipal untuk meng-update penawaran dan konfirmasi ke klien untuk merevisi beban trafo arus supaya mau dikurangi. Tentu saja butuh waktu lagi terutama menunggu approval drawing dan acknowledgment order. Tapi semuanya harus disela menunggu selesai libur lebaran. Hari terakhir menjelang libur lebaran, harus pulang jam 7 malam. Tinggal sendirian di kantor!

Read the rest of this entry »

Le Tigre et la Neige

20 October 2006

Aktor kawakan Italia, Roberto Benigni, membuat film baru berjudul La tigre e la neve tahun lalu. Film ini baru saja turun tayang dari bioskop Indonesia.

Sayang saya tak sempat menontonnya di bioskop, padahal Alex (teman se-indekos waktu kuliah) merekomendasikan film ini. Hal ini dimungkinkan oleh peran Benigni yang tampil wahid dalam film La vita è bella (Life is Beautiful).

Yang bikin tambah penasaran, seorang teman blogger juga mengatakan bahwa film ini sangat interesan berkisah perjuangan romantika cinta melintas konflik perang Irak.

Tak mau membiarkan penasaran ini menggunung, saya menyempatkan diri membeli dvd-nya di Mal Ambasador dan segera menontonnya. Read the rest of this entry »

Layanan Penyedot Pulsa

13 October 2006

Hampir tiap hari saya menerima pesan singkat di henpon berisi layanan atau promo yang bakal penyedot pulsa.

Tak pernah selesai saya baca, begitu melihat si pengirim langsung saya hapus.

Tapi tetap saja si pengirim tak jera, hari ini saya menerima 3 SMS sampah lagi. Sebelum saya hapus baiklah saya tulis di-blog (pengennya sih ditulis di Kompas aja sekalian), biar si pengirim jadi jera dan tidak usil lagi mengirim pesan tak penting ini.

Read the rest of this entry »

Mengapa Ada Masalah?

11 October 2006

Mengapa ada masalah begini rumit? Semua urusan meniban pikiran awak. Dari urusan kantor sampai urusan pribadi, bersatupadu dan berbaur menekan awak.

Akibatnya: ngapa-ngapain pun jadi nggak enak? Makan pun tak berselera, tidur nggak nyenyak dan seluruh aktivitas awak tak tahu mau melakukan apa.

Awak sama sekali tak bisa membuat prioritas untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Sepertinya ada yang salah dalam cara awak menyikapi masalah-masalah ini. Awak jadi grogi plus takut. Kalau gagal, pasti bakal cilaka.

Banyak yang bilang awak pasti bisa mengatasi masalah ini, tapi kok awak sendiri tak yakin. Kacau kali!

Ada yang bilang masalah bisa membuat kita jatuh dan terperosok, tapi masalah juga menjadikan kita kuat dan bertumbuh. Bener sih yang dibilang ini, cuman kok awak pengen segera meng-skip episode hidup yang penuh masalah ini (persis seperti film Click yang dibintangi Adam Sandler). Read the rest of this entry »

Menikah Adalah Ibadah?

2 October 2006

Diskusi Nggak Penting tentang Hal yang Penting

Hari minggu (01/10) adalah momen yang mengasyikkan saat berkumpul kembali dengan teman-teman satu kampus berbeda jurusan.

Kita kumpul-kumpul di pujasera Plasa Semanggi. Nggak ada diskusi yang penting-penting amat, cuma sekedar canda gurau romantisme masa lalu, sambil cengengesan ketawa-ketiwi.

Biasanya kalau teman lama saling ketemu pasti yang paling pertama ditanya adalah kerja dimana sekarang? Namun basa-basi yang paling utama dan selalu ditanyakan berulang-ulang sampai panas kuping adalah kapan menikah?

Diskusi nggak penting tentang hal yang penting dimulai saat seorang jurnalis surat kabar beroplah terbesar Indonesia memulai pernyataan:

“Menikah itu adalah ibadah…”

(Mungkin) Mademoiselle Santi, sang jurnalis, mengutip perintah pada ayat dalam kitab Genesis yang termaktub:

“Beranakcuculah dan penuhilah bumi…”

Sayangnya jurnalis kita ini mungkin tidak menyadari bahwa lawan bicaranya sekarang adalah seorang filsuf-edun, ia segera menyahut:

“Kalau tidak menikah berarti tidak beribadah dong kawan?”

Berhubung awak juga memasang telinga mendengar pembicaraan itu, maka bagai minyak disulut api, segara awak menjawab:

“Wahai orang bijak bestari, jangan mengambil suatu kesimpulan atas sebagian dari sesuatu yang menyeluruh (biar agak berisi awak tambahkan omongan Latinnya), pars pro toto. Hitam adalah warna, tapi warna itu tak musti hitam. Menikah adalah ibadah, tetapi beribadah itu bukan cuma menikah (sengaja ditebalkan).”

Berhubung diskusi kita dibatasi waktu, sebab pintu teater satu tempat tayang film Click yang dibintangi oleh Adam Sandler telah dibuka, maka sang filsuf pun menuliskan pengujian logika dasar atas kalimat itu dalam blognya. Read the rest of this entry »