petromaks

Manajemen Waktu!

Posted in Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 17 January 2006

Kemarin anakmuda-nya pangkas rambut. Sebenarnya bukan buat lebih gaya atau mau tampil lebih rapi, tapi sengaja supaya kepala berasa ringan plus dapat bonus pijat dari tukang cukurnya.

Pekan ini banyak banget penawaran yang masuk ke mejakerja. Untuk proyek Barikin Tanjung tahun 2003, butuh harga update Neutral Current Transformer (NCT) dan Neutral Grounding Resistor (NGR). Pekerjaan ini membentuk segitiga yang harus di-manage dengan bener.

Sudut pertama: principal SADTEM dan M.S. Resistances harus buru-buru dikontak supaya harga ex-work harus segera dikasih.
Sudut kedua: customer dari PT. XXX yang berkicau tiap hari menelpon minta harga.
Sudut ketiga: juragan ane menjadi sudut utama, kalau customer tidak di-follow up dia pasti mengeluarkan kata sandi “why” trus bila principal juga belum mengeluarkan harga dia juga bakal mengeluarkan kata yang sama “why.”

Anakmuda-nya harus pinter-pinter mengatur biar kata-kata “why” ini jangan sering keluar, sebab bila “why” ini sempat keluar dari bibirnya harus berbuih mulut buat menjelaskan duduk-perkaranya.

Sampai sejauh ini ketiga sudut masih bisa diatur, sehingga membentuk keselarasan dan harmoni yang bisa membuat tenang untuk YM dan browsing.

Satu yang ngeganjel adalah salah confirm spek untuk klien PT. YYY bagian timur pulau ini. Klien ini butuh Neutral Grounding Resistor untuk tegangan nominal 20/V3 kV. Nah… bila ngomongin tegangan maka produk-produk itu pasti dalam range Basic Insulation Level (BIL). BIL ini menentukan kemampuan-beroperasi produk yang bakal di-install.
BIL requirement dari klien ini adalah 24/ 50/ 125 kV dan anakmudanya sudah confirm kalau exstock NGR memenuhi persyaratan ini. Selidik punya selidik rupanya NGR yang exstock itu BIL-nya cuma 17.5/ 38/ 95 kV.

Bila kita menghitung dengan kalkulator maka 20/V3 kV ini nilainya kira-kira 11.55 kV. Nah.. customer itu minta BIL yang berada dua-tingkat di atas tegangan operasi, sementara exstock itu cuma satu-tingkat aja. Mana sudah di-purchase order pulak…

Sebenarnya produk ini kalo dipasang sih nggak masalah sebab withstand voltage for continous-nya 17.5 kV, masih jauh dari tegangan operasi. Cuman biasanya klien mana mau terima. Siaplah awak menerima kata “why?” Ampun, apalah jawab awak!

Rambut BaruBack to topic yang pengen awak tanya? Manajemen waktu?
Sampai sejauh ini, manajemen waktu awak dari segi penerapan masih nol besar alias masih sekedar wacana alias masih level literatur. Menurut bacaan Rudi yang dikarang oleh Covey, ada kalimat begini: dahulukan yang pertama kali didahuluan. Tapi intinya manajemen waktu, bagaimana mengorganisasikan dan mengimplementasikan prioritas-prioritas yang telah direncanakan. Kendala awak, bagaimana awak menetapkan skala prioritas kalau semua mengadu minta didahulukan. Kelihatan semua ini prioritas yang harus dikerjakan step-by-step, akhirnya awak kebingungan sendiri mana yang harus awak kerjakan. Banyak spek-spek yang jadinya ketinggalan. Misalnya awak harus kasih penawaran NGR lengkap dengan NCT tetapi pas awak kirim penawaran ke principal dibalas tanpa NCT pula. Yang lebih parah kalau awak sudah kirim spesifikasi ke prinsipal, pas masukin penawaran konsumen minta perubahan spesifikasi. Kacaulah harga yang sudah dikasih, sebab konsumen bakal protes minta harga yang baru, ini alamat awak harus mengirim spesifikasi ulang dan menunggu lagi perhitungan harga dari principal.

Nah… yang jadi masalah juga kalau tiba-tiba ada telpon masuk yang minta sesuatu yang harus segera ditangani. Misalnya kemarin dapat telpon dari Gardu Induk Cikalong, Unit Saguling, Indonesia Power. Awak diminta datang pula untuk comissioning Trafo Arus Tegangan Tinggi 72,5 kV. Naga-naganya, awak bakal dibego-begoin sama orang Cikalong-lah ini, sebab manual instalasi pun awak tak pegang. Terus tahulah barang-barang listrik tegangan tinggi ini, awak pun gemetar berada di bawah salurannya. Apalagi dengan cara kerja kita yang masih serba kanibal ini, salah-salah belum ditanahkan saluran itu, bisa kena setrum awak.

Pergi ke Cikalong besok bukan berarti kerjaan yang di kantor bakal beres, tapi semuanya di-pending sampai awak balik lagi ke kantor. Masuk kantor awak lusanya kerjaan sudah menumpuk lagi, makin bingunglah prioritas yang harus didahulukan.

Dari segi literatur awak sudah tahu kalau mendahulukan sesuatu yang harus didahulukan berarti berkomitmen untuk berubah lalu action. Kunci suksesnya adalah membuat perencanaan plus bertekad melaksanakan perencanaan itu, tapi gimana mau berbuat kalau perencanaan itu setiap saat bisa berubah.

Ah… sudahlah awak jangan terlalu banyak ngeles… yang penting besok ke Bandung selesaikan tugas. Masalah kerjaan di kantor lupakan sejenak, lusa-tulat-tubin kita atur lagi. Wilujeng Sumping di Bandung.

Gimana gaya rambut anakmudanya? Any comments?

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. mono said, on 20 July 2006 at 12:54 am

    BOLEH TAHU GAK harga NGR 12 ohm, 40 ohm, dan 500 ohm.

    Kalau bisa anggaran pemasangan NGR beserta atributnya.
    Bahan-bahannya apa saja

  2. sofia said, on 2 March 2007 at 3:36 pm

    namanya juga sales…begitulah kerjaannya, bikin penawaran, berkunjung ke customer dan amburadullah semua, krn yang minta penawaran selalu minta cepat meskipun PO belum tentu turunnya cepat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: