petromaks

Chit Chat dengan Tentor

Posted in Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 9 February 2006

Sudah lama awak tidak cerita-cerita dengan tentor maestro satu ini. Dulu waktu awak zaman bimbingan belajar di Medan sana, abang ini salah satu tentu tentor favorit awak. Ngajar di kelas oke dan mau pula ngajari awak di luar jam kelas (di ruang diskusi) tanpa dibayar. Murid bandal abang ini adalah Raymond dan awak. Awak beruntung setelah lulus SMU langsung bisa kuliah di Bandung, sedangkan Raymond harus antre satu tahun untuk bisa kuliah di Depok. Naasnya, Raymond dan awak kuliah di bidang yang sama pula bahkan sub-bidangnya pun serupa. Sementara tentor maestro ini setamat dari universitas negeri di Medan sana, beliau sukses merambah kota kembang juga dengan melanjutkan program magister di departemen mesin sealmamater dengan awak. Selama kuliah sekampus ini, komunikasi awak dengan sang maestro ini sangat jarang. Paling say ‘hi’ bila ketemu di jalan. Mungkin karena kesibukan masing-masing kita jarang ketemu: abang ini sibuk kuliah dan menyiapkan tesis, sementara awak sibuk main game dan begajulan. Ha..haa… Bandal kali awak bah… Awak sudah hampir 4 tahun tamat dan abang ini pun sudah lama pergi ke Jepang untuk sekolah lagi (hebat kali… sekolah terus kerjanya). Kemarin setelah saya bisa kontak beliau lewat Yahoo Messenger. Akhirnya kita bisa Chit chat ngalor-ngidul tapi penuh hikmah juga bagi awak. Beberapa hikmah (makjang berat kali…) yang awak dapat dari opini beliau adalah kesuksesan kita orang yang terpinggirkan diukur dari seberapa banyak orang yang pernah kita tolong dengan tulus. Dalam kali bah… tapi awak renung-renungi benar juga yang dibilangnya, dari awal dia mau mengajari awak dengan baik tanpa ingat hari sudah gelap (tulus kali) awak merasa kalau abang ini pasti bakal sukses di hari depan. Dan itu terbukti, setidaknya sampai saat ini. Satu lagi abang ini tetap rendah hati walaupun gelar doktor bakal di genggaman. Bangga kali awak. Semoga beliau makin sukses dan mungkin nanti suatu saat awak dan Raymond bisa ketemu tatap muka dengan abang ini sambil bilang: “Terima kasih, Bang sudah mau ngajari dengan tulus dulu waktu awak bimbingan.” Setidaknya titik waktu sekarang yang awak jalani ini ada andil dia di sana. Salut buat sang tentor maesto ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: