petromaks

Tanpa Belanda, Piala Dunia terasa Hampa

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 26 June 2006

Permainan sepakbola rap-rap gaya Liga Indonesia diperlihatkan oleh Portugal dan Belanda, Senin dini hari (26/06) tadi.
Pertunjukkan yang seharusnya menyuguhkan permainan cantik nan menawan dinodai kekerasan dan unfair-play. Kedua tim seakan ingin merebut kemenangan lalu mengosongkan diri dari sikap sportif

Lihatlah statistik kartu yang harus keluar dari saku wasit asal Rusian, IVANOV Valentin, berikut ini:

Statistik Kartu Kuning dan Merah
Pertandingan ini bukan pertandingan yang mudah. Hidup atau mati. Tapi haruskah motto FIFA agar bermain fair-play dianaktirikan! (more…)

Advertisements

Tim Oranye Harus Bermain Efektif

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 23 June 2006

Bermain imbang kontra "La Albiceleste" Argentina bukan hasil yang sempurna. Namun hasil ini cukup untuk menjinakkan supporter Argentinos yang haus untuk mengejek. Tak hanya bebas dari celaan tapi seporsi nasi campur Bakmi Babat Senen siap masuk ke pencernaan dan martabak durian juga bakal hadir di pertemuan nonton bareng yang akan datang.

Kata pendukung Argentina: "Laga Belanda-Argentina hanya sekedar pertandingan ecek-ecek. Pemanasan untuk tahap 16 besar, maklum kedua tim telah memastikan posisi untuk lolos."

Tabloid Bola menulis bahwa Basten berkelakar hasil 0-0 ini untuk menjaga keharmonisan Keluarga Kerajaan Belanda. Maklum Putri Maxima, istri Pangeran William Alexander, lahir di Buenos Aires, Argentina. Ada-ada saja!

Lebih riil lagi hasil ini membawa Tim Oranye ke pertandingan bintang yang menakutkan melawan Tim Eurobrasil Portugal.

Bola tetaplah si kulit bundar yang bulat. Setiap tim sama peluangnya untuk memenangkan pertandingan. Peluang semakin terbuka lebar karena tidak ada satu orang pun pemain yang cidera. Selain itu 5 pemain yang terkena dosa kartu kuning telah dipulihkan.

Perlu Efektivitas Bermain

Força Nederland, selamat datang di stage knock-out-time.

Bermain tanpa tertimpa kekalahan membuat tim kita sedikit merasa di atas angin. Bolehlah sejenak tenang sambil menikmati lumernya martabak durian di mulut.

Pembenahan di sektor pertahanan (sangat vital) telah terlihat hasilnya. Boulahrouz –the cannibal– mampu menerjemahkan instruksi Basten dan mematikan kekuatan penyerang Argentina. De Cler mengawal ketat setiap pergerakan.

Patut dipuji individual skill La Selección memang di atas rata-rata. Meski sudah di-marking tetap saja mampu menembak ke mistar sang kapten van der Sar.

Mengapa efektivitas penting bagi Tim Oranye? Ini hasil pengamatan saya dalam 90 menit laga lawan Argentina. Secara kalkulasi ilmiah, Belanda menguasai bola (ball possession) 57%. Sayang efektivitas sangat kurang! Peluang-peluang gol justru lebih banyak dimiliki tim Argentina.

Mengacu pada efektivitas ini dan dari kabar selentingan, wajar bila Basten berencana mencoba Dirk Kuijt menjadi starter menggantikan Ruudtje. Kuijt seorang pekerja keras dan mampu memerankan dengan baik lakon Robben menyerang dari sayap kiri.

Marco van BastenLaga Portugal-Belanda akan dilangsungkan hari Minggu. Saya sangat berharap ini bukan tulisan saya terakhir di blog ini tentang Belanda. Fase sistem gugur ini memang menakutkan sekaligus bakal mendebarkan jantung.

Meneer Basten pasti telah menyusun strategi dan taktik terbaik. Perseteruan antar pelatih juga sangat vital. Mampukah debutan a la Marco Basten melumpuhkan pola permainan versi pelatih kelas juara dunia Scolari?

Pemain Portugal yang bakal jadi seteru adalah kelas wahid, jauh di atas kemampuan Tim Argentina "B" yang diisi Messi, Tevez dan Saviola. Pertandingan kelas dunia akan dihadirkan akhir pekan ini.

Saya akan berteriak untuk Belanda: "VAMOS ORANJINA"

Catatan: Foto Meneer Marco van Basten diambil dari http://www.immi.jeugdkerk.nl/upload/pic517.jpg

Nederland lawan Argentina

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 20 June 2006

Lusa dini hari (21/06) waktu lokal Jakarta, pertandingan yang dinanti-nanti akan disuguhkan: Belanda kontra Argentina.
Kedua timnas sudah sama-sama mengantongi angka 6 setelah mengalahkan dua tim kuda hitam: Serbia Montenegro dan Pantai Gading.

Argentina, timnas bertabur bintang ini, sedang berada di puncak performansinya. Tak tanggung-tanggung timnas Serbia Montenegro dipecundangi dan diajarin maen bola dengan kedudukan 6-0.

Sementara Laskar Oranye, setelah bersusah bertahan akhirnya mampu menahan Pantai Gading dengan 2-1. Van Persie membuka kemenangan dengan gol cantik dari bola mati yang ditembakkan ke sudut kiri gawang Tizié. Tak lama berselang, van Nistelrooij berhasil membebaskan diri dari offside dan menyempurnakan kemenangan dengan tendangan kerasnya.

Menghadapi Argentina, saya menjadi lebih tenang. Pasukan Oranye sudah pasti ke fase selanjutnya. Pertandingan lusa hanya menentukan siapa yang terbaik di grup maut C.

Apa yang menarik di laga Piala Dunia ini? Yang patut dipertimbangkan adalah menghapus kepongahan nama besar. Tim Oranye harus mampu memompa performansi setiap pemain di semua lini. Nama besar Nistelrooij di Man. United tidak menunjukkan hasil yang sebanding saat laga perdana. Tak heran bila Meneer Basten menariknya dan mengganti dengan Dirk Kuijt.

Tiliklah timnas lain, Zidane belum mampu mendongkrak angka bagi Prancis. Atau Ronaldo yang bermain ‘manja’ mampu dimandulkan defender Australia dan harus rela digantikan oleh striker muda Robinho.

Walau belum seratus persen sempurna totaalvoetbal, tapi timnas Belanda telah pulih kekompakannya saat menantang Pantai Gading. Lubang di pertahanan harus segera dibenahi.

Menghadapi Argentina besok saya mendukung sepenuhnya Meneer Basten untuk mengistirahatkan pemain-pemain yang terkena kartu kuning.

Berdasarkan formasi saat latihan, blog khusus timnas Belanda mewartakan bahwa (kemungkinan) susunan pemain saat berduel melawan Argentina adalah:

Penjaga Gawang
Edwin van der Sar (Man. United)
Pemain Bertahan
Jan Kromkamp (Liverpool) atau Kew Jaliens (AZ)
Joris Mathijsen (AZ) atau Khalid Boulahrouz (Hamburger SV)
André Ooijer (PSV)
Tim de Cler (AZ)
Pemain Tengah
Rafael van der Vaart (Hamburger SV)
Phillip Cocu (PSV)
Wesley Sneijder (Ajax) atau Hedwiges Maduro (Ajax)
Pemain Depan
Robin van Persie (Arsenal)
Ruud van Nistelrooij (Man. United)
Dirk Kuijt (Feyenoord)

Akankah Laskar Oranye mampu menandingi kehebatan timnas Argentina tanpa kehadiran si tukang gocek Arjen Robben?
Mampukah van Persie menunjukkan kemampuannya di depan “Dewa Sepakbola” Maradonna?

Saya tetap mendukung Jongen de Oranje. Tak tanggung-tanggung, dua-bungkus martabak durian menjadi pertaruhan. Meskipun Belanda tampil tanpa diperkuat tim utamanya.