petromaks

Tanpa Judul

Posted in Artikel by Hendrixus Rumapea on 21 September 2006

Adalah seorang tuan yang memiliki ladang dan kebun yang luas. Tiap tahun hasil dari ladang itu melimpah ruah dan menjadikannya kaya raya.

Tuan itu pun menjadi orang yang paling berkuasa, paling berpengaruh dan paling berharta di negeri itu. Ia memiliki banyak hamba dan pekerja. Setiap hamba dan pekerja diaturnya sedemikian rupa sehingga tiap orang mendapat kewajiban dan hak masing-masing. Ia membagi pekerjaan itu dengan adil dan penuh kasih, sehingga tiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya.

Tuan itu memiliki seorang anak. Anak tunggal dan sangat dikasihinya. Anak itulah baginya menjadi tumpuan dan harapan untuk mengelola seluruh harta berikut dengan kebun dan ladangnya. Ia mempersiapkan anak itu dengan baik dengan mengutusnya belajar ke negeri asing. Ia berharap anak itu terlebih dahulu menjadi bijak bestari sehingga menjadi ahli waris yang sempurna mengelola seluruh kekayaannya itu.

Membajak Sawah
Saatnya pun tiba bagi tuan itu pun memanggil anak yang dikasihinya pulang dari negeri asing. Tuan itu ingin anaknya itu mulai belajar dan mengerti situasi ladang dan kebun serta hamba dan pekerjanya. Namun tuan itu merahasiakan identitas anaknya itu dengan membiarkan anak itu membaur menjadi hamba dan pekerjanya.

Anak itu pun setia dengan tugas yang dilimpahkan oleh bapaknya. Ia menaruh pikiran dan perasaannya dalam pribadi seorang pekerja. Ia pun tidak menganggap menjadi “anak” adalah sebuah privilege yang istimewa untuk dipertahankan lalu merasa setara dengan bapaknya untuk berkuasa dan memerintah. Ia mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang pekerja dan memiliki hak yang sama dengan hamba-hamba itu.

Anak itu bertekun dengan kewajiban yang dilimpahkan baginya. Ia membaur dan bekerja bersama-sama hamba dan pekerja. Ia tidak pernah membolos atau pun bermalas-malasan. Dengan cepat, ia pun akrab dengan semua orang. Bagi yang bersusah hati, ia hibur dengan ucapan yang menenangkan. Yang sakit, ia jenguk dan obati. Semua orang senang dengan kehadiran anak sekaligus pekerja baru ini.

Tuan itu sangat berbahagia akan segala tindakan dan pekerjaan anaknya. Ia pun berkata pada kekasih hatinya itu:

“Siapa yang ingin menjadi terkemuka di antara semua orang, hendaklah ia terlebih dahulu menjadi pelayan bagi semua orang itu.”

Anak itu pun mengangguk setuju dan menyimpan semua kebenaran itu di dasar hatinya.

Ada beberapa hamba yang jahat dan malas menjadi marah dengan kedatangan anak itu. Mereka menyimpan dalam hati perasaan iri dengki karena tuannya itu sangat memuji pekerjaan-pekerjaan anak itu. Yang lebih membakar emosi adalah semua hamba dan pekerja tuan yang lain sangat mengasihi anak itu.

Hamba-hamba yang malas itu berkata satu sama lain: “Tuan kita sangat mengasihi pekerja baru ini. Mungkin saja tuan kita akan mewariskan seluruh hartanya pada orang ini.”

Mereka bersekongkol satu sama lain dan memutuskan: “Baiklah kita bunuh orang itu supaya semua warisan itu akan dilimpahkan bagi kita.”

Hamba-hamba yang malas ini pun menangkap anak itu. Menyiksa, membunuh dan membuang anak itu ke ladang kosong.

Berita kematian pekerja baru itu menggemparkan semua orang. Yang lebih menghebohkan saat terungkap identitas bahwa pekerja itu adalah anak tunggal dari sang tuan.

Tuan itu sangat berdukahatinya. Ia menangis sedih saat memakamkan anak kesayangannya ini.

Semua orang menerka-nerka? Sekarang apakah yang akan dilakukan oleh tuan itu terhadap hamba-hamba malas yang membunuh anaknya itu.

Yang pertama berkata:

“Tuan kita pasti ingin membalas dendam akan kematian anaknya itu. Pasti terlebih dahulu ia menyiksa hamba-hamba itu sampai menderita lalu membunuhnya.”

Ada yang berkata begini:

“Pasti tuan itu akan marah besar. Ia akan mengambil pedang dan langsung membinasakan hamba-hamba pemalas dan jahat itu.”

Yang lain berujar:

“Tuan kita itu sangat adil. Ia pasti akan menyerahkan hamba-hamba yang jahat itu ke muka pengadilan untuk memberikan hukuman yang setimpal.”

Bahkan ada yang berkata:

“Tuan kita mungkin tidak tahu berbuat apa untuk menutupi kesedihannya. Toh… tiada guna membunuh hamba-hamba itu sebab tidak akan mengembalikan nyawa anaknya yang mati.”

Apa yang terjadi?

Tuan itu mendatangi hamba-hamba yang jahat itu. Ia diam dan memandangi mereka satu persatu.

Hamba-hamba itu pun tersungkur berlutut di kaki sang tuan. Mereka berkata kepada tuan itu:

“Tuan, ampuni kami yang telah berbuat jahat kepada tuan dan anak tuan yang kami bunuh. Kami sangat menyesal. Sekarang kami menyerahkan nyawa kami buat tuan. Terserah tuan mau melimpahkan hukuman apa. Kami telah siap untuk menanggungnya.”

Tuan itu diam sejenak. Lalu berucap:

“Jikalau engkau memang menyesal dan bertobat. Aku mengampuni engkau akan segala kesalahanmu. Aku berkata kepadamu: ‘Engkau telah melihat apa yang baik yang telah dilakukan anakku. Sekarang ikutilah teladan anakku dan perbuatlah seperti apa yang ia buat.’ Jikalau engkau setia dengan tugas yang aku limpahkan padamu, maka aku akan mewariskan seluruh harta dan kekayaanku bagimu.”

Semua orang terdiam mendengarkan perkataan Tuan itu.

Epilog:
Tuhan langit dan bumi, semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Dan kau Hendrixus, engkau masih saja menulis dan menulis! Entah apa yang kau pikirkan?

Catatan: Foto tanpa seizin dan telah diedit, diambil dari situs ini

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. linda said, on 21 September 2006 at 7:44 am

    kan ada kata2 kyk gini cus “setialah dalam hal2 kecil maka hal besar akan diberikan kepadamu”. jd tetaplah menulis nak… sapa tau tar jd penulis besar!

  2. dewo said, on 25 September 2006 at 9:54 am

    Versi lain dari Kitab Suci?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: