petromaks

Euforia

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 3 May 2007

Euforia si Setan Merah

Euforia diambil dari bahasa Inggris: “euphoria“, yang juga diadaptasi dari bahasa Yunani euphoros: “eu- + pherein” yang berarti perasaan akan kebahagiaan besar atau keadaan yang nyaman.

Mungkin euforia-lah yang dirasakan oleh anak-anak Manchester United (M.U) ketika merasa menaklukan raksasa klub Italia, A.S. Roma dengan skor telak 7-1.

Perasaan M.U membubung ke awan-awan. Sangat confident bahwa tahun ini mereka akan mendulang sukses era 1999 saat membawa pulang Piala UEFA Championship setelah menang dramatis atas Bayern Munich.

Banyak pengamat sepakbola memprediksi bahwa Setan Merah -julukan M.U, akan bertemu dengan Chelsea di Athena untuk mempertaruhkan gengsi siapa yang terbaik. Impian All England di final terpupus sudah. Simpanlah mimpi basah itu 🙂

Nama besar Ronaldo, Ryan Giggs atau Rooney cuma hitung-hitungan di atas kertas belaka.

Sekarang kita akan dihadapkan ke partai ulang final Liga Champion dua tahun yang lalu -antara Liverpool dengan A.C. Milan.

Selamat reuni di Athena!


Good-to-great

Sejalan dengan euforia, penulis buku bestseller Jim Collins juga mengingatkan para pemimpin perusahaan untuk tidak terlena dengan well-condition. Akhirnya merasa puas dan tidak melakukan lompatan menuju great-goal.

Pada buku terdahulunya, Built to Last, Collins mengumpulkan data-data pendukung lebih dari 1000 perusahaan. Ia mendapatkan suatu benang merah yang menyatakan perusahaan yang visioner itu memiliki aturan kepemimpanan, menawarkan produk atau layanan yang inovatif dan konsisten berusaha lebih cerdas dari kompetitor.

Namun Collins tidak puas dengan risetnya itu. Ia kembali menulis, Good to Great untuk memperbaharui temuannya pada Built to Last.

Collins menyampaikan bahwa banyak perusahaan ternama yang menjadi euforia dengan kenyamanan yang ada dan akhirnya jalan di tempat dan tidak melakukan lompatan baru. Sementara pesaing siap mengintai mencari celah kesempatan.

Mungkin kita pernah mendengar cerita mengenai percobaan katak yang dimasukkan ke dalam wadah berisi air dingin. Wadah itu kemudian dipanaskan secara bertahap, namun katak itu tetap diam ditempatnya merasa nyaman dengan situasi tanpa sadar kematian mengintai dari temperatur akhir yang akan kontinu bertambah.

Euforia bagi saya

Saya pernah mendengar amsal berbahasa Inggris yang bilang: yesterday’s best isn’t enough for today.

Iya, keberhasilan kemarin sudah tidak cukup lagi untuk hari ini. Saya harus membangun momentum baru untuk sesuatu yang menjadi tugas saya. Mencoba bertanggung jawab atas tugas itu. Selalu berpikir inovatif dan mencari ide lalu berusaha menerapkannya dalam kehidupan kerja atau hidup pribadi.

Secara teori sih gampang, secara praktis pasti mumet. Namun saya berusaha memilih untuk mengambil sesuatu yang tidak nyaman dan tidak hidup dengan euforia.

Powered by ScribeFire.

Advertisements