petromaks

Menikah

Posted in Artikel by Hendrixus Rumapea on 3 August 2007

Dalam hitungan jam ke depan, seorang sahabat dan teman kuliah -Hotdi Erwin Munthe akan mengucapkan janji pernikahan kudus dengan dara pujaan hati – Levvy Nelida Rumapea.

Dari kelompok Pigipora yang terdiri lima orang penikmat hidangan lapo, Hotdi adalah yang pertama yang akan mendayung perahu rumah tangga. Dari segi kedewasaan dan komitmen, kawan kita ini harus diberikan acungan dua ibu-jari. Dengan segala asam-pahit dan manis masa pacaran, ia berhasil mewujudkannya ke jenjang pernikahan.

Mengapa bagi saya penting untuk menulis tentang pernikahan Hotdi dibandingkan rekan-rekan kuliah yang lain? Sebab Hotdi (dan kami, -Pigipora yang lainnya) ini adalah orang BATAK!

Menikah bukanlah urusan yang simpel, ada dua urusan besar yang harus dibereskan secara bersamaan. Yang pertama urusan gereja dan yang kedua urusan adat-istiadat.

Tinjau sampel satu, urusan gereja. Bagi kedua pasangan yang seiman dan satu denominasi gereja, perkara ini mungkin tidak menjadi masalah. Yang menjadi urusan bila kedua calon penganten ini berbeda gereja. Saya mendengar beberapa berita, beberapa pasangan Protestan harus berpisah hanya karena berbeda sekte (umumnya antara gereja tradisional dan gereja karismatik). Menurut hemat saya, permasalahan beda sekte ini mungkin bisa diselesaikan dengan arif, jika kedua calon mencari jalan tengah. Namun menjadi serba sulit bila keduanya bertahan pada opini masing-masing. Lebih berat lagi bila pasangan calon penganten, satu gereja di katolik dan yang lain gereja di protestan. Bagaimana mengatasinya? Saya tidak mempunyai solusi, yang pasti perlu kekuatan untuk berserah pada Tuhan.

Bila perkara diatas sudah selesai, ada beberapa pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan. Menyiapkan administrasi gereja, ikut konseling pra-pernikahan, berkonsultasi dengan pendeta/imam dan menyiapkan di gereja mana pernikahan itu akan dilangsungkan.

Mari kita tinjau sampel dua!

Urusan adat-istiadat. Pernikahan orang Indonesia pada umumnya dan orang Batak secara lebih khusus bukanlah mengikat antara dua insan manusia saja. Ikatan ini menjadi pemersatu antara dua keluarga. Yang lebih runyamnya, orang Batak itu ikatan kekeluargaannya sangat kuat, jadilah pernikahan itu masuk ke suatu proses adat-istiadat yang sangat ribet.

Permasalahan pertama yang harus dihadapi, dimana pesta adat akan dilangsungkan? Simpel, bila keluarga kedua calon berada di satu kota secara bersamaan atau mungkin di dua kota yang berdekatan. Akan menjadi berabe bila kedua keluarga berada di dua kota yang berjauhan.

Perkara lain adalah urusan biaya pesta. Menurut hemat saya, biaya pesta orang Batak terlalu over budget. Sebelum masuk ke pesta yang utama, ada beberapa step yang harus dilewati. Ada yang disebut bisik-bisik (marhusip), istilahnya kedua keluarga saling berbisik dahulu sebelum diberikan ke khalayak ramai bahwa akan dilangsungkan pesta adat pernikahan.

Selesai urusan itu, masuk proses melamar (marhata sinamot), keluarga besar pihak pria akan datang dan membawa makanan yang cukup ke keluarga besar pihak wanita untuk menyatakan keinginan mereka untuk meminang salah seorang anggota keluarga itu. Akan disebutkan sejumlah uang sebagai mahar.

Selesai urusan ini, masih ada lagi pertunangan (matumpol) baru masuk ke acara finalnya.

Saya sebagai calon pelaku proses ini, -protes ke ortu. Bagi saya ini terlalu ribet dan menyusahkan. Acara ini cuma buat ajang pamer dan mengenyangkan orang banyak, namun di satu sisi lain seluruh tabungan beberapa tahun akan lenyap. Bak hujan yang menyapu kemarau panjang.

Bagi saya, acara adat ini lebih kepada acara orangtua bukan seremoni kepada kedua calon pengantin. Namun dalam hati saya nggak bisa juga memungkiri bahwa darah yang mengalir ini adalah darah Batak, maka ikutlah ke aturan Batak.

Tapi bila ditilik lebih jauh, sebenarnya hanya dua seremoni bagi suatu keluarga Batak yang besar untuk berkumpul bersama-sama. Satu saat perkawinan dan yang lain saat kematian.

Reuni keluarga secara penuh kegembiraan hanya dapat dilakukan saat acara perkawinan dimana semua orang akan tersenyum gembira.

Pada kesimpulannya saya akhirnya menyerah, dan mencoba menata untuk mengikuti ritus-ritus ini.

Akhirnya kepada Hotdi n Levvy,  Selamat Berbahagia. Semoga keluarga yang kalian bentuk selalu dalam lingkupan kasih Tuhan.

Buat Pigipora yang lain, sudah siap menerima tongkat estafet?  Aku jadi teringat kata-kata Sokrates: “Pernikahan adalah suatu ikatan yang sangat kuat. Saranku bagi yang akan menikah. Carilah seorang istri yang baik dan engkau akan bahagia. Jika tidak, maka engkau akan menjadi filsuf!” Pasti kita nggak mau jadi filsuf-kan? He he he…

Selamat berwiken ria!

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dhita said, on 9 August 2007 at 11:17 am

    Kalau sudah setuju sama orang tua akhirnya tinggal tanggal nih Cus ya…. Gua tunggu undangannya.

    Salam buat Hotdi, selamat atas pernikahannya.

  2. jerri said, on 10 August 2007 at 4:13 pm

    Oom…
    istrinya Odi itu masih sodaramu yah?
    Sama2 Rumapea..

    Hotdi aja berhasil menaklukkan semua rintangan, Lo juga pasti bisa lah…

    Ayo Semangaaaattttt…!!!

  3. linda said, on 13 August 2007 at 2:19 pm

    ehemmm…kapan cus nyusul??

  4. syarif said, on 5 September 2007 at 4:26 pm

    cus, sudah mantap dong… sekarang, langsung nyusul!

  5. Indah Sitepu said, on 12 September 2007 at 6:22 pm

    Kak, aku tunggu undangannya… jauh2 hari kasih tau yach.. biar bisa cari tiket murah ke Medan…hehhehehe…..
    Mau kado apa? Kalo kakak khan janji kalo aku merit mau ngasih camera SLR (masih ingat?) kakak pengen apa, biar aku siapin..^__^

  6. Indah Sitepu said, on 12 September 2007 at 6:56 pm

    ada yang kelupaan kak, Nikon D80 yah…, masih banyak waktu kok kak, soalnya calonnya pun belum ada wekekekkekkekeke


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: