petromaks

Selamat Tinggal Tahun 2007

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 28 December 2007

Dalam beberapa kali kedipan mata tahun 2007 akan segera masuk ke dalam kenangan kita. Satu tahun lamanya berlalu, satu tahun masa ditambahkan dalam hidup kita. Benar memang apa yang dituliskan pengarang Mazmur, bahwa masa di bawah kolong langit ini bagaikan suatu giliran ronda di malam hari. Terasa sebentar! Atau mungkin seperti bunga bakung yang mekar di pagi hari, lalu kisut di sore hari.

Roda dunia berputar! Begitulah kata kaum awam menyikapi pergantian nasib kehidupan ini. Beberapa nikmat yang patut disyukuri adalah bahwa dalam kurun 2 tahun, apa yang saya resolusikan di tahun 2005 terlihat akan terwujud.

Dari segi karir, meski belum jelas arah tujuan pengembangan diri. Saya berusaha menikmati bekerja di perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Lelah memang, harus pulang malam tiap hari. Itulah resikonya! Di tempat saya bekerja sebelumnya rutinitas pekerjaan berlangsung normal. Masuk kantor jam 8, pulang jam 5… paling telat jam 6-lah. Tiap Senin, sering banget nomat di 21-cineplex. Jumat malam sering ketemu kekasih hanya sekedar makan malam.
Sekarang agak berubah, kerjaan menumpuk banget! Mau pulang malam atau subuh pun tetap saja besok ada kerjaan lain yang menunggu. Bekerja di sebuah perusahaan yang besar (secara jumlah karyawan) banyak menyita waktu untuk masalah koordinasi.
Apa yang saya rasakan? Kadang saya berpikir bahwa tempat bekerja ini hanya suatu batu untuk melompat ke posisi dan tanggungjawab yang lebih besar lagi.
Kata manager saya: “Untuk mengejar sesuatu kita harus menggunakan effort yang lebih besar dari apa yang dilakukan orang lain. Kalau tidak kita bakal ketinggalan. Kalau mau mengejar orang yang naik kuda, kita minimal harus naik kuda. Kalau cuma berjalan kaki atau berlari maka kita akan kehabisan tenaga.” Inilah kombinasi antara work-hard dan work-smart.
Beberapa kali saya gagal. Sudah menyiapkan offer dan spesifikasi habis-habisan tetapi belum masuk ke pertandingan sudah kalah. Memang puncak dari pekerjaan yang saya kerjakan ini adalah pada diplomasi dan negosiasi. Suatu hal yang sama sebenarnya nggak terlalu minati, tetapi suka-atau-tidak-suka harus dipelajari.
Sekarang jarang banget nonton, atau hampir bisa dikatakan nggak pernah lagi. Nonton tivi pun jarang, yang masih suka dilakukan adalah membaca koran di pagi hari. Kebetulan di kos, induk semangnya langganan kompas. Cocok banget untuk menciptakan suasana rileks di pagi hari sebelum ke kantor. Duduk tenang membaca koran ditemani seruputan kopi hitam.
Arah karir sih belum jelas, tapi saya mencoba bertekun di tahun 2008 untuk mengasah diri, melatih sikap dan mencari visi ke depan. Pindah kerja memang mudah, tapi mencari pekerjaan dimana kita bisa merasa enjoy, mungkin sangat musykil.

Tahun baru, hidup baru. Itulah tema tahun 2008 bagi saya. Dengan memohon kasih karunia dari Allah, saya berniat memasuki gerbang pernikahan di awal tahun 2008. Nggak kerasa euy… sebulan lagi!
Persiapan masih amburadul banget. Jas pengantin baru dijahit. Sepatu anak-mudanya pun belum dibeli. Undangan belum dicetak. Urusan tetek-bengek pesta di Medan pun belum tahu bagaimana perkembangannya. Siap, tidak siap, kami harus siap.
Doakan saja semuanya bisa berjalan lancar. Mungkin tidak sempurna, tapi setidaknya memberikan kesan yang baik untuk dikenang sebagai suatu perhentian akan keputusan sepasang manusia untuk mengikat janji saling setia sampai maut memisahkan.

Akhirnya selamat tinggal tahun 2007, stasiun terakhir untuk memasuki paruh dekade ketiga dalam hidup.
Selamat datang tahun 2008, semoga Allah selalu menyertai.

Powered by ScribeFire.

Advertisements