petromaks

Kenduri Menempuh Hidup Baru

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 16 January 2008

Dengan mengucapkan syukur kepada Allah Yang Maha Kasih, dengan ini saya ingin memberikan kabar suka cita:

Undangan Pernikahan

Karena kasih Allah yang sempurna membuat segala sesuatu indah pada waktunya, maka dengan suka cita yang melimpah dan penuh ucapan syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pemberkatan dan pesta pernikahan kami:

Imelda Rosalyn Sianipar

dengan

Hendrixus Pogos Rumapea

Acara di Medan:

Pemberkatan Pernikahan Kudus
Sabtu, 26 Januari 2008
Pukul 10.00 – 12.00 WIB
Gereja HKBP Pagaran Nauli
Jl. Kapten Muslim Gg. Sepakat No.4 Medan Helvetia

Resepsi dan Pesta Adat Batak
Sabtu, 26 Januari 2008
Pukul 12.00 – selesai
Wisma Tamansari Indah
Jl. Kapten Muslim No. 192 Medan Helvetia

Detail undangan dapat diunduh pada berkas berikut ini Undangan Medan


Acara di Jakarta

Resepsi Perkawinan
Hari SABTU 2 FEBRUARI 2008
Pukul 19.00 WIB s/d selesai
bertempat di Auditorium Andrawina
Gedung Aneka Tambang (ANTAM)
Jl. T.B. Simatupang No. 1
Tanjung Barat – Jakarta Selatan

Detail undangan dapat diunduh pada berkas berikut ini Undangan Jakarta

Merupakan suatu suka-cita dan kehormatan apabila Bapak/Ibu/Saudara/i serta rekan-rekan sekalian berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kami berdua.

Tiada yang dapat kami ungkapkan selain ucapan terima kasih yang tulus atas kehadiran dan doa restunya.

Kami yang berbahagia,

Imelda Rosalyn Sianipar
Hendrixus Pogos Rumapea

Advertisements

Pekan Pertama ’08

Posted in Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 8 January 2008

Akhir pekan yang lalu, niatannya siy… mau beli sepatu untuk acara martumpol (perjanjian pranikah) dan kenduri pernikahan. Tujuan utama sentra bisnis Pasar Baru. Cuman, berhubung perut nggak bisa diajak kompromi maka si Orange dibelokkan dulu ke Pasar Senen. Kita mau mencoba menjajal kenikmatan sajian kuliner di sentra proyek pasar.

Parkir di sebelah terminal Senen, mencari space pun terasa sulit. Terpaksa si Orange diparkir paralel. Kita masuk ke dalam lorong yang agak gelap dan berbau. Inilah aroma khas pasar tradisional di negeri kita ini.

Kita singgah di Mie Siantar Nanking. Penampakan dari luar sudah kelihatan suasana Medannya. Banyak inang-inang yang body-nya sudah berisi menyantap mie goreng porsi jumbo.

Awak siy memesan mie pangsit, terus si nona pesan kwe tiau. Dibandingkan mie yang kelas restoran, rasa Nanking boleh diadu. Daging merah menarik dan mengundang selera. Trus untuk minum, standar aja… teh manis dingin Kak! Mantap kali…

Selesai makan kita mampir sebentar ke lapak penjual kaset dan VCD Batak. Sudah ribet ngurusin tetek-bengek perkara menikah ini, bapak-mamak di Medan request lagu pula. Katanya pas pernikahan nanti kami harus nyanyi lagu Batak. Udah itu kita nggak familiar pula dengan lagunya. Cilaka dua-belas! Suara nona siy bisa diandalkan… nah suaraku ini yang mungkin merusak gendang telinga.

Yang lebih gawatnya lagi calon mertua pun nggak mau ketinggalan. Ditambahkannya pula satu lagu Batak lagi. Jadi bingung juga… ini acara pernikahan atau kontes nyanyi lagu Batak! hehehe…

Di lapak itu, seorang Inang membantu kami mencarikan lagunya. Secara aku lumayan ngerti bahasa Batak. Syair-syair lagu Batak termutakhir saat ini kedengarannya lucu banget. Jika dulu tema lagunya pemujaan tanah kelahiran, kerinduan akan kekasih karena pergi merantau atau lagu tema pengharapan anak, juga penghormatan buat orang tua. Sekarang ini temanya aneh-aneh… yang paling lucu lagu Supir Panjang (kisah derita seorang supir yang berusaha bertahan dari godaan tiap simpang jalan) atau cerita seorang muda yang ditinggal pergi kekasihnya padahal dia berusaha berjuang lulus sarjana dan mendapatkan kerja. Tapi kekasihnya lebih memilih pria kaya. Heheheh…

Puas menjelajahi Pasar Senen, kita lanjutan petualangan belanja ke Pasar Baru. Karena beskap buat martumpol berwarna cokelat dan terus jas kawin berwarna hitam, maka saya harus beli dua pasang sepatu. “Harus…,” kata nona. Padahal saya pengennya punya satu aja, tapi ya sudahlah nggak salah tampil serba baru dalam rangka memulai hidup baru.

Sepatu sudah dibeli. Beskap sudah rampung. Jas sedang dijahit, mungkin akhir pekan ini selesai. Sekarang mencari kemeja putih plus dasi.

Setelah gagal mendapatkan style dan ukuran yang pas di Centro Plasa Semanggi, sekarang kita coba jelajahi Matahari Atrium. Nggak terlalu lama saya sudah dapat memutuskan kemeja dan dasi yang bakal menjadi saksi bisu sumpah sehidup-semati saya nanti.

(more…)