petromaks

Pekan Pertama ’08

Posted in Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 8 January 2008

Akhir pekan yang lalu, niatannya siy… mau beli sepatu untuk acara martumpol (perjanjian pranikah) dan kenduri pernikahan. Tujuan utama sentra bisnis Pasar Baru. Cuman, berhubung perut nggak bisa diajak kompromi maka si Orange dibelokkan dulu ke Pasar Senen. Kita mau mencoba menjajal kenikmatan sajian kuliner di sentra proyek pasar.

Parkir di sebelah terminal Senen, mencari space pun terasa sulit. Terpaksa si Orange diparkir paralel. Kita masuk ke dalam lorong yang agak gelap dan berbau. Inilah aroma khas pasar tradisional di negeri kita ini.

Kita singgah di Mie Siantar Nanking. Penampakan dari luar sudah kelihatan suasana Medannya. Banyak inang-inang yang body-nya sudah berisi menyantap mie goreng porsi jumbo.

Awak siy memesan mie pangsit, terus si nona pesan kwe tiau. Dibandingkan mie yang kelas restoran, rasa Nanking boleh diadu. Daging merah menarik dan mengundang selera. Trus untuk minum, standar aja… teh manis dingin Kak! Mantap kali…

Selesai makan kita mampir sebentar ke lapak penjual kaset dan VCD Batak. Sudah ribet ngurusin tetek-bengek perkara menikah ini, bapak-mamak di Medan request lagu pula. Katanya pas pernikahan nanti kami harus nyanyi lagu Batak. Udah itu kita nggak familiar pula dengan lagunya. Cilaka dua-belas! Suara nona siy bisa diandalkan… nah suaraku ini yang mungkin merusak gendang telinga.

Yang lebih gawatnya lagi calon mertua pun nggak mau ketinggalan. Ditambahkannya pula satu lagu Batak lagi. Jadi bingung juga… ini acara pernikahan atau kontes nyanyi lagu Batak! hehehe…

Di lapak itu, seorang Inang membantu kami mencarikan lagunya. Secara aku lumayan ngerti bahasa Batak. Syair-syair lagu Batak termutakhir saat ini kedengarannya lucu banget. Jika dulu tema lagunya pemujaan tanah kelahiran, kerinduan akan kekasih karena pergi merantau atau lagu tema pengharapan anak, juga penghormatan buat orang tua. Sekarang ini temanya aneh-aneh… yang paling lucu lagu Supir Panjang (kisah derita seorang supir yang berusaha bertahan dari godaan tiap simpang jalan) atau cerita seorang muda yang ditinggal pergi kekasihnya padahal dia berusaha berjuang lulus sarjana dan mendapatkan kerja. Tapi kekasihnya lebih memilih pria kaya. Heheheh…

Puas menjelajahi Pasar Senen, kita lanjutan petualangan belanja ke Pasar Baru. Karena beskap buat martumpol berwarna cokelat dan terus jas kawin berwarna hitam, maka saya harus beli dua pasang sepatu. “Harus…,” kata nona. Padahal saya pengennya punya satu aja, tapi ya sudahlah nggak salah tampil serba baru dalam rangka memulai hidup baru.

Sepatu sudah dibeli. Beskap sudah rampung. Jas sedang dijahit, mungkin akhir pekan ini selesai. Sekarang mencari kemeja putih plus dasi.

Setelah gagal mendapatkan style dan ukuran yang pas di Centro Plasa Semanggi, sekarang kita coba jelajahi Matahari Atrium. Nggak terlalu lama saya sudah dapat memutuskan kemeja dan dasi yang bakal menjadi saksi bisu sumpah sehidup-semati saya nanti.

Kemeja Arrow

Arrow ShirtSelesai dengan urusan kemeja dan dasi, pandangan saya tertuju ke saalah satu sudut. Sudut kemeja dengan merek Arrow. Nama dagang ini membekas diingatan saya. Bagi saya, ini adalah kemeja harga selangit. Saya pernah melihat seorang yang necis menggunakan kemeja berlambang panah ini. Kayaknya kawan ini stylist kali dan semua yang barang yang pakainya berkelas dan mahal. Sewaktu kuliah -saat belanja bulanan ke Yogya Plasa Bandung Indah, saya mencek harganya… emang benar pricelist-nya rata-rata senilai uang bulanan. Sejak itu untuk melihat atau memegang kemeja ini pun rasa nggak berani. Sebab kita telah berasumsi terlebih dahulu kalau pramuniaga-nya bakal nyeletuk ‘nggak usah lihat-lihat woi… pasti tak sanggup kau beli.’

Saat ini saya sudah mati rasa ama merek, mana yang nyaman dipakai dan nggak norak-norak amat itulah yang jadi pilihan. Namun karena saya ada dendam dengan si Arrow, jadilah kemeja ini akan menghuni almari pakaian.

Selesai acara hari ini, sambil baring-baring di kasur. Si Wan Abut nelpon dari Doha. Mulailah cerita-cerita tentang kerjaan dan urusan percintaan. Emang kalo urusan ngomong ngalor-ngidul enak kali ama kawan ini. Yang paling menggembirakan, Rudi lagi mengusahakan supaya bisa menjadi best-man nanti pas acara pemberkatan pernikahan di Medan. Ada suatu suka cita untuk merayakan momen penting dalam hidup ini bersama sahabat-sahabat yang terkasih. Untuk acara di Jakarta, Iwan sudah di-book tampil dengan jas cokelat-nya… hehehe… bisa jadi nanti kawan ini lebih ganteng dari awak. Si nona bakal didampingi kolega sewaktu di kampus juga, -Vera. Nah.. untuk di Medan nanti, nona akan ditemani sahabat, -Kat. Awak pengennya sama kawan dekat juga. Tadinya mau mendaulat Frando, sayang kawan ini nggak pulang dari Jerman. Harapannya beralih ke Rudi, tapi kawan ini rawan untuk dapat cuti. Semoga saja semua dapat berlangsung sesuai rencana.

Sekarang ini kita mau membuat daftar, apalagi yang kurang dan harus dipersiapakan buat hari ‘H’. Harapannya dalam dua minggu kedepan semua udah beres, jadi kita bisa tenang pergi ke Medan untuk membereskan urusan lain yang sudah menanti.

Hari Senin, kemarin saya datang membesuk, Namboru-nya si Nona (saya memanggilnya: inanguda) yang baru selesai operasi. Ada myoma berakar di rahim dan ada kista menempel di indung telur. Dari hasil operasi kemarin, sel tumor yang diangkat baru 50%. Sisanya mungkin akan diangkat pada operasi lanjutan. Keluarga inanguda ini belum memiliki keturunan, inilah yang menjadi alasan mengapa rahim dan indung telur harus dipertahankan untuk harapan kehamilan.

Yang menarik adalah bapauda secara formal sudah menandatangani persetujuan untuk operasi pengangkata rahim. Konklusinya beliau setuju menutup pintu harapan memiliki anak. Baginya kesehatan sang istri jauh lebih penting. Kalau anak bisa diadopsi.

Agak tercenung juga saya sebentar, urusan cinta terus menikah kelihatan sekali menjadi kompleks. Dalam cinta yang dibina kita menggantungkan harapan, namun sering tidak berujung manis dan jauh dari pengharapan.

Pas kursus perkawinan beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan pelajaran bahwa cinta itu adalah suatu keputusan. Saat kita memutuskan, maka kita akan berusaha menjaga komitmen itu. Cinta bukan masalah rasa, yang bisa datang terus pergi. Makanya perkawinan tidak dapat diceraikan. Cinta bukan masalah feeling tapi usaha. Berat kali!

Terus kemarin saya membaca blog Dhita dan menemukan di sana kata-kata (Sori Dhit.. dikutip) :

L’amour n’est pas parce que mais malgre: Cinta itu bukan ‘karena’, tetapi ‘walaupun’.

Bapauda itu telah menerapkannya dan berani berucap lirih ke inanguda: “meskipun kamu kena myoma dan kista, aku tetap mencintaimu.” “meskipun kita mungkin tidak punya keturunan, aku tetap menyayangimu.” Dan seterusnya…

Di undangan adat dan resepsi, saya dan nona mengutip pesan yang dinyatakan Rasul Paulus bagi umat Korintus:

love is patient and kind; love is not jealous or boastful
love is not arrogant or rude; love does not insist on its own way
it is not irritable or resentful
it does not rejoice at wrong, but rejoices in the right
it bears all things, believes all things, hopes all things,
endures all things
love never ends

Ini akan menjadi deklamasi kita berdua saat memasuki altar. Tentu berat untuk dapat menerapkannya secara sepenuh. Namun kami akan berusaha. Mohon doa restunya!


Note: Gambar diambil dari website http://www.arrowshirt.com

Powered by ScribeFire.

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. jerri said, on 9 January 2008 at 12:47 pm

    Walah…
    jelas kali lah bang Iwan akan lebih ganteng dari lo di acara di jakarta nanti.
    hihihii….

    eh, ada acara di jakarta rupanya,
    kita2 diundang ga?

  2. eveagung said, on 15 January 2008 at 7:18 pm

    Halo Bang Icus,

    Senangnya bisa dengar perkembangan terbaru tentang The BIG Event🙂

    Semoga semuanya berjalan dengan lancar, dan sampaikan salamku untuk si nona ^-^

    Mudah2an tidak ada marriage blue bagi kalian berdua, dan kalopun ada ‘sedikit’, film “Forces of Nature” mungkin bisa jadi referensi yang cukup manis.

  3. ade rumapea said, on 6 November 2008 at 12:10 pm

    Halo bang hendri,
    salam kenal nama q ade rumapea.Sekarang aq lg kuliah di palembang.ambil jurusan teknik kimia UNSRI sem7.selamat ya bang buat menempuh hidup barunya moga langgeng sampai kakek nenek..he…..he…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: