petromaks

Graf, Religiositas & Cinta (part 1.)

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 21 February 2009

Hari ini saya akan pergi ke Bandung (21/02), karena besok ada teman kuliah yang ngadain kenduri kawinannya di Bandung.

Berhubung istri lagi kerja dan saya bengong di rumah, saya coba tuliskan beberapa lamunan dan pikiran yang sering memunculkan imanjinasi liar.

Terusterang, saya menyadari bahwa diri ini tipe pelamun dengan pikiran yang aneh-aneh. Ritme hidup yang melelahkan tidak menghilang kelakuan saya yang suka melamun. Pada saat pulang kantor, di tengah kemacetan dan jarak tempuh yang jauh sering banget saya merenung, melamun, mikir, membayangkan etc.

Salah satu fantasi saya, -bahwa hidup ini adalah paralel, bukan rangkaian seri (atau shunt hehe..). Saya bayangkan bahwa ada dua kehidupan yang paralel pada waktu yang bersamaan. Biar mudah ikut dalam rekaan saya, misalkan saat saya mengetikkan kalimat-kalimat dalam blog ini, nah pada saat yang sama ada kehidupan lain yang eksis. Kalau dimisalkan kita naik bus A jurusan Kota – Blok M disebelah kita juga ada bus B dengan jurusan yang sama. Yang bergerak beriringan dengan variabel waktu dan kecepatan yang sama. Penumpang di bus A tidak beririsan dengan penumpang di bus B. Tetapi mereka bergerak seiring waktu. Paham nggak ya! Agak-agak susah menjelaskannya. Biar gampang mungkin mirip kayak cerita Harry Potter kali ya… dunia manusia dan dunia penyihir yang berjalan seiring waktu.

Nah itu baru paralel dua, bagaimana kalau kehidupan ini paralel dengan jumlah yang banyak. Imagine! ada lebih dari satu sistem hidup (dengan makhluk, keadaan, style, habits, etc) yang berbeda dengan aturan main yang beda juga. Jangan2 kehidupan kita ini cuma sebuah game yang diciptakan oleh makhluk-antah-berantah untuk permainanan belaka? Mirip dengan game online internet yang di-create oleh manusia-cerdas, dihidupkan di alam maya, lalu banyak user membeli account untuk menjadi seorang tokoh yang hidup, berbuat dan bertindak dalam kehidupan maya itu. Para user ini dapat bertindak sesuka hati untuk bertahan hidup (ingat de Lamarck bilang “hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan hidup“), walaupun ada koridor hukum yang hakiki untuk tiap tokoh diperankan (-hukum ini: harus dilahirkan dari seorang wanita baru bisa eksis masuk ke dalam sistem, harus makan kalau mau bertahan hidup, dan peraturan lainnya). Akhirnya resultante usaha para user ini adalah: pekerjaan, cinta, masyarakat, budaya, persekutuan, permusuhan, perang, etc.

Mengapa muncul imajinasi liar ini? Menurut pandangan saya bahwa dunia ini entropi-nya menuju ketidakseimbangan. Sebagai bahwa perbandingan. Tinjau kehidupan di Jakarta, ambil sampel kemacetan semakin parah. Zaman dulu mengapa tidak macet, karena sedikit equation yang harus diselesaikan. Jalan belum ruwet, kenderaan sedikit, penduduk belum banyak. Sekarang equation-nya tumpah ruah menjadi variable yang unlimited dan unvalid. Sistem kehidupan menjadi overload. Ibaratnya ‘server game-“nya Jakarta overload. Sistemnya sering hang.

Nah… sampai kapankah ketidakseimbangan ini sanggup bertahan. Saya juga nggak tahu. Jangan-jangan saya ini juga adalah tokoh rekaan yang sedang dimainkan oleh seorang user.

Hasil googling, saya melihat rekaan saya ini mirip dengan pola teori graf yang diperkenalkan oleh matematikawan Leonhard Euler. Graf yang saya maksud berupa kumpulan titik (node) dan garis-garis yang menghubungkan banyak node-node. Kehidupan imajiner ini banyak sistem graf. Tiap node punya aturan masing-masing yang dibatasi oleh aturan waktu. Nah untuk hari ini graf saya adalah sedang ngetik blog. Lalu lapar.. saya punya banyak pilihan untuk makan, 1. membeli makanan yang memiliki banyak option rumah makan dan menu 2. memasak makanan, -juga memiliki banyak (masak indomie, masak telor, masak rendang) 3. menahan lapar dan menunggu istri membelikan makanan.
Graf ini akan masuk ke dalam sistem graf yang lebih besar pilihan saya satu hari. Graf satu hari masuk lagi ke dalam pilihan yang lebih besar dalam satu minggu. dst & dst.

Setiap pilihan graf ini akan memberi dampak terhadap tokoh lain yang dimainkan oleh user lain. Misalkan saya memilih beli rendang di RM. Padang yang miliki si Polan, maka si Polan dapat untung. Besok dia bisa belanja ke orang lain lagi di pasar. Membentuk sistem yang makin besar, ruwet dan complicated.

End part (1) — ntar dilanjutin lagi.
Saya ingin melanjutkan hubungannya dengan religiositas dan cinta yang imanjiner.
Tapi entar aja kalo ada waktu lagi soalnya mau siap-siap ke Bandung, :p

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. yeni said, on 23 February 2009 at 9:58 am

    pusing bacanya =(

  2. Ando said, on 25 February 2009 at 10:59 pm

    Munsyi edun…:P

  3. Indah Sitepu said, on 5 March 2009 at 11:35 pm

    kalo itu pulak yang direnungkan di tengah kemacetan, tambah stress lah kak😛

  4. andy9haan said, on 18 March 2009 at 1:09 pm

    Kangen berkunjung ke blog mu…

    Iya aps, kaw kan pernah maen Age Of Empire III atow Sim City, atow Civilization atow yang lain…. emang kayak gitulah kayaknya…. hahahhaha… jadi hati2 kaw kalo tiba2 creator mu tertidur saat kaw mengimpikan sesuatu yang tak sesuai skenario si creator…

    horas

    Andy Siahaan

  5. andy9haan said, on 18 March 2009 at 1:17 pm

    oh iya… tgl 29 Maret ada Futsal lawan Naposo UKSU, datang kaw ya… aku butuh seorang penyerang yang punya finishing 20 di partai tersebut…. hahahahha… satu tim kita… oke, jangan bulan madu terusssss… hihihi

    horas

    Andy Siahaan
    andysiahaan@wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: