petromaks

LaTeX di Wordpress

Posted in Artikel by Hendrixus Rumapea on 18 April 2009

WordPress benar-benar hebat. Saat ini sudah mendukung untuk layanan berbasis LaTeX.
LaTeX merupakan software untuk pengolahan dokumen dan sangat bagus untuk membuat tugas akhir yang banyak menggunakan persamaan matematika.

Berikut ini saya coba menulis persamaan dengan LaTeX :

f(\Delta \lambda)^{(k)} \quad = \quad \frac {\Delta P^{(k)}}{{\frac{\delta f(\lambda)}{\delta \lambda}}} \quad = \quad \frac{\Delta P^{(k)}}{{\sum_{}{}{\biggl(\frac{\Delta P^{(k)}}{\delta \lambda}}\biggr)}^{(k)}}

Canggihkan!

Advertisements
Tagged with:

Konsumsi Listrik Kita

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 2 April 2009

Acara tahunan Earth Hour yang diselenggarakan oleh WWF telah kelar. Pemadaman lampu-lampu listrik dilakukan selama satu jam pada bentang 20:30 hingga 21:30 waktu lokal hari Sabtu yang lalu.

Saya kurang paham apakah penghematan biaya listrik yang dilakukan oleh konsumen listrik yang berpartisipasi dapat meng-cover biaya iklan yang dikeluarkan oleh WWF dan simpatisannya.
Tapi saya tidak membahas itu, saya ingin menampilkan statistik konsumsi listrik kita sesuai link dari earth trends.

Electricity Consumption per Capita

Electricity Consumption per Capita

Untuk lebih jelas, juga disajikan dalam tabel berikut ini:

Table Electricity Consumption

Table Electricity Consumption

Apa yang menarik dari sajian tabel ini?

Konsumsi listrik nasional per kapita masih sangat rendah. Bayangkan saja per orang hanya mengkonsumsi 509 kWh per annum. Malaysia mengkonsumsi 6.5 kali lebih banyak daripada kita.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-4 dengan negara berpenduduk terbanyak yaitu 237,512,352 jiwa (menurut wikipedia). Maka secara total energi listrik yang terpakai adalah 121 juta MWh pertahun.

Jika dibandingkan dengan penduduk Malaysia yang hanya 27,730,000 jiwa. Malaysia mengkonsumsi sekitar 91,5 juta MWh pertahun.

Untuk perbandingan jumlah penduduk lebih dari 8.5 kali, selisih konsumsi listriknya hanya 29 juta MWh pertahun.

Data ini menunjukkan bahwa konsumsi listrik nasional kita masih menutupi kebutuhan dasar akan energi. Konsumen listrik masih dominan untuk residen atau rumah tangga. Dan tipe pelanggan ini masuk dalam daftar tarif yang spesial.

Ini menjadi kesempatan bagi investor untuk menanamkan modal pada penyediaan kelistrikan.

Teknologi yang tepat perlu dipertimbangkan dengan saksama. Bila instalasi PLTD  dapat dengan cepat dan murah. Namun biaya operasional minyak diesel menjadi konstrain yang membatasi.

Mungkin kita dengan mudah mengklaim bahwa perlu memanfaatkan sumber energi alternatif yang terbarukan, misalnya: geotermal, air dan matahari.

Namun teknologi dan besarnya biaya investasi menjadi kendala bagi investor yang ingin terlibat. Selain itu luasnya bentangan wilayah Indonesia menjadi tantangan tambahan untuk visi melistrikkan semua orang sebagaimana diamanatkan oleh UUD.