petromaks

Titik Balik

Posted in Pendapat by Hendrixus Rumapea on 10 July 2011

Sudah lama nggak posting di blog ini. Alasannya klise: tidak punya waktu, terlalu sibuk dengan kerja & seribu alasan lain.

Sekarang mau menulis sedikit, tentang yang namanya: titik balik.

Saat menyetir dan masuk ke sebuah kompleks perumahan, biasanya di beberapa ujung jalan terdapat portal atau jalan buntu. Saat melihat portal atau jalan buntu tsb. mau tidak mau kita harus memilih memutar balik. Saat kita mengetahui bahwa jalan tsb buntu/ diportal, itulah yang disebut titik balik. Kita tidak bisa melawan dan pilihannya cuma mengambil arah balik.

Ketika Rasul Petrus ditinggalkan oleh Gurunya yang wafat disalib, dia bimbang. Sebab apa yang ia bayangkan selama ini akan kekuatan dan kekuasaan Sang Guru hilang dalam sekejab. Ia kembali dengan cara hidupnya yang lama: menjadi nelayan. Namun saya senang dengan ending perikop ini dan saya kagum akan sapaan Yesus kepada Petrus: “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.

Sapaan ini boleh dibilang titik balik hidup Petrus. Ia memilih mengulurkan tangannya untuk mengikuti dan melakukan tanggung jawab baru sebagai seorang murid. Melanjutkan tugas Sang Guru.

Selagi muda, memang kita melakukan sesuatu yang kita kehendaki, pergi ke tempat yang kita senangi dan menghabiskan waktu dengan suka cita. Dan sekarang saya merasa tua: tidak bisa lagi melakukan sesuatu yang dikehendaki, ada yang tugas dan tanggung jawab (sebagai karyawan, sebagai suami, sebagai bahagian dari keluarga dan sebagai-sebagai yang lain).

Sudah tidak bisa lagi pergi ke tempat-tempat yang disenangi dengan sesuka hati. Dan harus memilih mengambil tanggung jawab ini.

Yesus benar, ketika menjadi tua: orang lain mengikat kita dan membawa kita ke tempat yang tidak kita rencanakan sama sekali.

Inilah yang dibilang titik balik. Kita nggak punya pilihan, persis saat menyetir mobil tadi… Ujung jalan itu buntu dan di portal, kita harus memilih untuk mengambil putaran balik dan mencari jalan lain.

Saya sekarang menghadapi titik balik dan sekarang harus memilih untuk tidak melawan selain dari mengambil pilihan memutar balik. Memulai kembali dari titik awal untuk pengalaman hidup yang baru.

Advertisements