petromaks

Frankfurt-am-Main

Posted in Pendapat, Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 13 June 2012

Masuk ke Eropa melalui gerbang Frankfurt memberikan rasa haru dan bahagia. Apalagi bayangan-awal tentang Frankfurt dihantarkan dengan manis oleh Romo Mangun dalam buku “Di bawah Bayang-bayang Adikuasa.” Buku bernas ini diterbitkan oleh Pustaka Utama Grafiti tahun 1987, masih sangat relevan dan empuk untuk dibaca sampai sekarang. Romo Mangun menulis tentang Pameran Buku Frankfurt yang diselenggarakan setiap tahun di bulan Oktober dalam perspektif tentang pentingnya buku untuk anak-anak.

Kami mendarat di Bandara Udara Antarbangsa Frankfurt, yang merupakan gerbang tersibuk ke-3 Eropa setelah London dan Paris. Bandara ini menjadi interchange bagi maskapai Lufthansa untuk dihubungkan ke kota-kota domestik Jerman dan Eropa.

Dari bandara kita sengaja tidak mengambil taksi menuju hotel, melainkan menggunakan bus-pengumpan menuju Stasiun S-Bahn di Terminal 1. Dengan membayar masing-masing 4 euro, kami menaiki kereta menuju Stasiun Besar Frankfurt Hauptbahnhof. Kami turun stasiun subway tanpa ada pemeriksaan tiket atau pun melalui gate otomatis yang terbuka bila tiket dimasukan atau dipindai. Begitu juga waktu tiba di Hauptbahnhof, tiket tidak diperiksa. Semua menggunakan mekanisme kejujuran, kalau mau naik kereta belilah tiket dan pemeriksaan hanya dilakukan sewaktu-waktu secara acak. Dasar orang Indonesia, niat nakal pun datang, kalau tahu begini pasti nggak beli tiket. Ha ha ha…

Stasiun Besar Frankfurt Hauptbahnhof, secara desain mirip dengan Stasiun BeOS di Jakarta Kota

(more…)

Advertisements