petromaks

Kopi Khas Bandung

Posted in Peristiwa by Hendrixus Rumapea on 11 August 2012

Pernah dengar pepatah “Kerbau punya susu, sapi punya nama?

Nah, kalau tahu “Twining Tea” kita semestinya heran mengapa teh yang ternama dan termahal justru diproduksi di negeri Queen Elizabeth. Pucuk-pucuk teh dengan kualitas terbaik itu dari pegunungan di India atau Sailan (hayo.. dimana negeri Sailan) dikirim ke Inggris untuk diolah menjadi teh Twining.

Pun, jika sodara-sodari minum kopi pastinya mereka naik gengsi jika nongkrong di Starbucks. Padahal negeri asal perusahaan gerai kopi ini tidak punya (setahu saya) ladang kopi. Biji-biji kopi tersebut dikumpulkan dari kebun Amerika Latin (Brasil, Guetamala, Nikaragua), Afrika (Ethopia dan Kenya) bahkan dari Indonesia (Java dan Mandailing).

Sebagai penikmat kopi dan teh, saya mimpi kalau kita sebagai nasion juga punya suatu merek dagang untuk dua komoditi ini yang mampu menguasai dunia. Harusnya kan begitu, karena kita produsen teh dan kopi.

Saat ini hanya ada tiga local brand yang kuat yakni Kopi Kapal Api (buatan PT. Santos Jaya Abadi,-perusahaan lokal yang mampu mengambil lebih dari separuh pasar penikmat kopi di tanah air), Teh Sariwangi (buatan Unilever, yang berjaya di pasar teh celup) serta Teh Sosro (jawara teh botol).

Kalo saya, sedari dulu menjadi penikmat kopi medan (penyebutan ini juga pas dengan pepatah di atas, sebab penghasil biji kopi medan adalah Tanah Dairi). Kalau teh, ya minum teh kelat khas Sumatera, -kalo di Medan biasanya dari teh seduh Cap Bendera dari Kebun Sidamanik Simalungun. Wangi banget!

Nah, kali ini saya ingin tampilkan Kopi Heritage a la Bandung. Namanya kopi Koffie Fabriek AROMA Bandoeng. Kopi AROMA menyajikan dua pilihan: kopi ARABIKA dan kopi ROBUSTA. Pembeli boleh langsung meminta campuran komposisi yang sesuai selera. Kalau mau kopi yang wangi dengan rendah kafein pilih campuran ARABIKA lebih banyak. Bila ingin kopi yang citra rasa kuat dan bikin melek maka campuran ROBUSTA diperbanyak.

Kopi Aroma dengan dua pilihan: Robusta dan Arabia

Pabrik kopi ini terletak di himpitan pusat kota Bandung di Jalan Banceuy No. 51. Jadi bagi coffee lovers yang tinggal di Bandung: you are very lucky! Anda dengan mudah menjangkau kopi yang terwaris sejak zaman Belanda.

Didirikan oleh Tan Houw Sian sekitaran tahun 1930 dan saat ini dilanjutkan usahanya oleh anaknya, Pak Widyapratama.

Pertengahan tahun 2008, saya dan istri sempat berkunjung ke paberik kopi ini dan melihat langsung bagaimana kopi ini diproses.

Berikut saya tampilkan gambar-gambarnya.

  • Paberik Kopi Aroma – Jalan Banceuy

Paberik Kopi Aroma – Jalan Banceuy

  • Biji Kopi disimpan di gudang menggunakan karung goni. Penyimpanan disesuaikan dengan urutan waktu masuk. Metodenya mirip dengan menyimpan anggur berdasarkan urutan tahun pemrosesannya.

Biji kopi disimpan dalam karung goni, disesuaikan dengan urutan untuk FIFO (first-in first-out). Kopi diperam 6-8 tahun untuk mengurangi tingkat keasaman biji kopi.

  • Proses pengeringan kopi masih dengan cara tradisional. Menjemur biji kopi di terik matahari

Proses pengeringan kopi masih dengan cara tradisional. Menjemur biji kopi di panas matahari.

  • Biji kopi sebelum diperapikan

Biji-biji kopi siap untuk diproses

  • Proses perapian biji kopi

Biji-biji kopi dimasukkan ke dalam besi berbentuk bola dan dibakar menggunakan kayu karet.

  • Berdiskusi mengenai proses pembuatan Kopi Aroma

Berdiskusi dengan pemilik Kopi Aroma: Pak Widyapratama

  • Proses telah selesai dan siap untuk dijual

Kopi telah selesai digiling dan siap untuk dijual kepada penikmat kopi.

  • Silakan dipilih ROBUSTA atau ARABIKA

Robusta atau Arabika?

Kemasannya pun masih mempertahankan tradisi tempoe doeloe dengan penggunaan bilingual bahasa Belanda dan bahasa Indonesia ejaan lama.

Maoe minoem Koffie selamanja enak? Aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini Koffie soeda di boeka dari kantongnja harep di pindahken di stopfles atawa blik jang tertoetoep rapat. Djangan tinggal di kantong!

Will U heerlijke Koffie drinken? Aroma en smaak blijven goed, indien U de Koffie van de zak direct in een gesloten stopfles of blik overplaatst. Niet in de zak laten staan!

Tagged with: ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. yeni almari (@yeeni) said, on 13 August 2012 at 11:30 am

    2008 kok baru diposting sekarang?
    sibuk kali pun awak ni.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: