petromaks

Hidup di Jepang #1 : Toilet

Posted in Artikel by Hendrixus Rumapea on 30 August 2012

Toilet di Jepang …

Menurut saya, untuk melihat seberapa baik suatu komunitas menjaga kebersihan, maka tengoklah seberapa bersih toilet umum yang ada di komunitas tersebut.

Toilet di Jepang sangat bersih dan mudah ditemui di beberapa lokasi publik dan fasilitas umum seperti: stasiun kereta, lapangan, taman,  rumah-sakit, kompleks wisata dan pusat perbelanjaan. Mungkin di beberapa area (seperti stasium kereta) dijumpai toilet yang sedikit menyebarkan bau pesing, tapi masih cukup bersih.

Tidak seperti di beberapa negara Eropa yang memungut koin, toilet umum di Jepang semuanya tanpa biaya.

Toilet di Jepang terdiri dari tiga tipe:

  • Japanese style

WC Japanese Style

Mungkin kalau di Indonesia, kloset gaya Jepang ini adalah versi kloset jongkok.

  • Urinoir

Urinoir yang dilengkapi dengan sensor untuk mendiras

Urinoir lebih panjang dari yang umumnya terpasang di Indonesia, jadi dapat dipergunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Di beberapa tempat urinoir dilengkapi dengan pegangan untuk membantu penyandang cacat berkemih.

  • Western style

WC Western Style

Kloset bergaya western yang ada di Jepang -boleh dikatakan, lebih canggih daripada kloset-kloset di beberapa tempat. Kloset yang terpasang di beberapa tempat memiliki fasilitas bidet elektronik untuk membasuh alat kelamin setelah buang hajat. Air yang disemprotkan memiliki dua mode: (1) semprot ke bagian belakang untuk membersihkan setelah buang air besar;  (2) semprot ke bagian depan khusus untuk membersihkan alat genetelia perempuan setelah berkemih.

Kloset juga dilengkapi dengan penghangat pada bagian yang diduduki. Jadi pada saat musim dingin tiba, kita tidak perlu kehilangan mood untuk membuang hajat karena kedinginan duduk menempel pada kloset yang dingin. Air penyemprot pun bisa dipilih menggunakan air hangat.

Mode bidet untuk membilas setelah buang air

Untuk kloset yang terpasang di apartemen dipadukan dengan wastafel. Air yang dipakai untuk mendiras kotaran, sebelum ditampung dapat digunakan sebagai air untuk mencuci tangan.

Kloset yang dilengkapi dengan wastafel

Kebodohan menggunakan Urinoir …

Bagi orang asing -terutama saya, Jepang sukses membuat kita kembali ke zaman pra-sekolah dan menjadi buta aksara. Tulisan-tulisan yang terpampang umumnya menggunakan tulisan hiragana, katakana dan kanji. Kita tidak diberi kesempatan untuk menebak apa maksud dari tulisan tersebut, karena yang tertulis cuma garis-garis yang menumpuk. Bila tertulis menggunakan alfabet Latin (Jepang menyebutkan huruf-huruf Romaji), kita masih bisa mengira-ngira maksud dari yang tertulis.

Akibat tidak paham tulisan Jepang -saat buang air kecil di toilet rumah sakit, saya menyangka tulisan yang menempel di tombol kanan urinoir artinya membilas urin.

Apa yang terjadi saat tombol itu ditekan: air tidak keluar ke urinoir melainkan alarm berbunyi untuk memanggil petugas keamanan.

Urinoir di rumah sakit dilengkapi bel untuk emergency dan memanggil petugas.

Rupanya tombol itu digunakan untuk pasien bila terjadi emergency saat menggunakan toilet.

Terpaksalah pura-pura nggak tahu, saat petugas keamanan datang memeriksa toilet namun tidak menemukan pasien yang gawat-darurat. Ia pun mematikan tombol alarm tersebut, lalu kembali ke posnya.

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Berita Jepang said, on 31 August 2012 at 7:58 am

    toilet di jepang emang bersih banget
    apalagi toilet duduknya ada heaternya
    jadi pengen lama-lama di toilet kalo musim dingin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: